Agustiar Hadiri Peresmian UIN Palangka Raya
“Ilmu itu penting, tetapi adab lebih utama,” ucapnya.
Meski menghadapi tantangan efisiensi anggaran, Agustiar memastikan alokasi pendidikan tetap proporsional dan berkelanjutan. Ia menutup sambutan dengan ajakan kolaborasi seluruh pihak untuk memajukan pendidikan di Kalteng.
Sementara itu, Menteri Agama RI KH. Nasaruddin Umar meresmikan perubahan status UIN Palangka Raya berdasarkan Perpres Nomor 58 Tahun 2025. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan tinggi di wilayah tersebut.
“UIN Palangka Raya berhasil meraih akreditasi unggul dan menambah empat guru besar baru,” kata Nasaruddin.
Ia berharap kampus ini segera membuka fakultas favorit seperti kedokteran, pertambangan, kehutanan, dan perkebunan agar dapat menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Rektor UIN Palangka Raya Ahmad Dakhoir menyampaikan proses alih bentuk kampus telah berlangsung hampir sebelas tahun. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, termasuk program beasiswa bagi 1.000 hingga 2.000 mahasiswa setiap tahun.
“Perjuangan panjang ini akhirnya membuahkan hasil berkat dukungan semua pihak,” ungkapnya.











