Mengenal Marc Marquez: Legenda Hidup MotoGP dari Tanah Matador
Debutnya di kelas premier terbilang sensasional. Marquez menjadi juara dunia termuda MotoGP pada 2017 setelah meraih kemenangan keempatnya. Tahun 2014 menjadi musim emasnya dengan mencatatkan 10 kemenangan beruntun dan mengamankan gelar juara di Motegi.
Meski mengalami kesulitan pada 2015 dan kalah dari Jorge Lorenzo serta Valentino Rossi, Marquez berhasil bangkit. Setelah menata ulang mentalitasnya dan fokus pada konsistensi, ia kembali merebut gelar juara dunia MotoGP 2016.
Puncak prestasi Marquez terjadi pada 2019 ketika ia mengunci gelar Grand Prix kedelapannya di Thailand dengan performa yang sangat konsisten dan hanya satu kali DNF. Namun, cedera patah tulang humerus kanan di Jerez 2020 memaksanya absen hingga musim berakhir.
Setelah pemulihan panjang, Marquez kembali ke lintasan di Portimao 2021. Ia berhasil meraih kemenangan di Sachsenring, finis kedua di Aragon, serta meraih kemenangan back-to-back di Austin dan Misano. Sayangnya, gegar otak akibat kecelakaan saat latihan kembali menghambat langkahnya.
Musim 2023 dimulai dengan pole position dan posisi ketiga dalam Sprint di Portimao. Namun, kecelakaan yang melibatkan Oliveira pada hari Minggu memaksanya melewatkan tiga balapan.
Meski menghadapi berbagai tantangan dan cedera, semangat juang dan dedikasi Marquez terhadap olahraga balap motor tetap tak tergoyahkan. Pembalap dengan nomor 93 ini masih menjadi salah satu ikon MotoGP yang paling dihormati dan didukung penggemarnya. (Mth)













