Palangka Raya Tertibkan PKL Bahu Jalan Secara Bertahap

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin. (Foto: MMC Palangka Raya).

PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Pemerintah Kota Palangka Raya menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan secara bertahap karena dinilai membahayakan keselamatan lalu lintas. Kebijakan ini diambil menyusul temuan masih maraknya pedagang menggunakan badan jalan akibat keterbatasan ruang dan fasilitas pasar tradisional.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, hasil pengawasan di sejumlah titik menunjukkan pedagang menempatkan lapak hingga menutup hampir setengah lebar jalan. Kondisi ini mengganggu arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

“Kami temukan di lapangan, ada pedagang yang menempatkan gerobak dan barang dagangannya sampai menutup hampir setengah lebar jalan. Ini jelas mengganggu arus lalu lintas dan sangat berisiko,” ujar Fairid, Rabu (28/01/2026).

Fairid menjelaskan, penertiban kerap menghadapi perlawanan dari pedagang saat diminta pindah ke lokasi resmi. Situasi tersebut, menurut dia, tidak terlepas dari keterbatasan akses pedagang terhadap lahan usaha yang murah dan strategis di pasar tradisional.

“Banyak pedagang kesulitan mendapatkan tempat yang terjangkau di pasar resmi, sehingga memilih berjualan di bahu jalan meskipun melanggar aturan. Faktor kurangnya pemahaman terhadap peraturan juga masih menjadi kendala,” jelasnya.

Sebagai solusi, Pemko Palangka Raya menyiapkan perluasan area pasar tradisional serta pembangunan lokasi penampungan sementara yang lebih nyaman dan terjangkau. Langkah ini dibarengi dengan sosialisasi berkelanjutan agar pedagang memahami risiko dan dampak negatif berjualan di bahu jalan.

“Penertiban kami lakukan bertahap, diawali pemberitahuan dan pendampingan, kemudian tindakan tegas jika diperlukan,” tegas Fairid.

Ia menambahkan, penataan kota dilakukan tanpa mematikan mata pencaharian pedagang. Pemerintah berkomitmen melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi pedagang, agar solusi yang dihasilkan menguntungkan semua pihak.