BKSDA Kalteng Perbarui Data Orangutan di Luar Kawasan

Dua individu orangutan terlihat berada di pusat reintroduksi BOSF Nyaru Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan persiapan pelepasliaran satwa dilindungi tersebut. Foto: (BOSF/Indrayana)

PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar pemutakhiran data populasi orangutan di luar Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Kegiatan ini dilaksanakan Selasa (27/01/2026) di Aquarius Boutique Hotel, Palangka Raya, sebagai tindak lanjut Regional Meeting Konservasi Orangutan Kalimantan Tengah pada Juni 2025.

Kepala BKSDA Kalimantan Tengah Andi Muhammad Kadhafi mengatakan, pemutakhiran data bertujuan memperoleh gambaran terbaru sebaran dan perjumpaan orangutan di berbagai tipe ekosistem, khususnya di luar kawasan konservasi formal. Data tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan dan strategi pengelolaan orangutan yang lebih efektif dan berbasis ilmiah.

“Pemutakhiran ini sangat penting untuk memetakan distribusi spasial orangutan, baik di dalam KSA dan KPA maupun di wilayah PBPH, kebun sawit, dan kawasan hutan lainnya. Tanpa data yang mutakhir dan akurat, upaya konservasi tidak akan berjalan optimal,” ujar Andi.

Ia menjelaskan, data yang dihimpun mencakup titik sebaran dan lokasi perjumpaan orangutan pada setiap tipe ekosistem. Informasi ini diharapkan memberikan gambaran komprehensif kondisi populasi orangutan sekaligus mengidentifikasi wilayah yang memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaan dan perlindungan.

Dalam kegiatan tersebut, BKSDA Kalteng melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perusahaan di bawah naungan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Kalimantan Tengah. Keterlibatan sektor swasta dinilai penting karena sebagian habitat orangutan berada di dalam atau berbatasan langsung dengan areal konsesi dan perkebunan.