Verifikasi Penerima, Gubernur Alihkan Kartu Huma Betang

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melantik Lina V Aden sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Selasa (31/03/2026) malam.

PALANGKA RAYA, TABALIEN.com – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyatakan sebanyak 15 persen penerima program Kartu Huma Betang Sejahtera dicabut setelah proses verifikasi, karena dinilai tidak layak, dalam pidato saat pelantikan Pj Sekda Kalteng di Palangka Raya, Selasa (31/03/2026).

Agustiar menegaskan, kartu yang dicabut tidak dihapus, melainkan dialihkan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah menganggarkan program tersebut untuk menjangkau sekitar 300 ribu penerima.

“Yang dicabut itu akan kita alihkan kepada yang benar-benar layak menerima,” kata Agustiar.

Berdasarkan data sensus 2022, jumlah penduduk Kalimantan Tengah mencapai sekitar 2,7 juta jiwa. Program ini ditujukan untuk lebih dari 10 persen penduduk yang masuk kategori kurang sejahtera.

Program Kartu Huma Betang Sejahtera merupakan bagian dari janji kampanye pasangan Agustiar Sabran dan Edi Pratowo, yang mulai direalisasikan pada Februari 2026.

Gubernur mengakui pelaksanaan program tersebut menghadapi sejumlah tantangan, baik dari sisi regulasi maupun anggaran. Meski demikian, ia tetap optimistis program dapat berjalan sesuai rencana.

Dalam kesempatan itu, Agustiar juga meminta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalteng, Rangga Lesmana, untuk terus menyosialisasikan program kepada masyarakat.